Tekhnology

Video Kiai Sami’an asal Sleman Hirup Napas Pasien Covid-19 Adalah Hoaks

Suara.com – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sleman, Yogyakarta menyesalkan beredarnya video hoaks yang mengklaim bahwa Rais Syuriah PCNU Sleman KH Sami’an menghirup napas pasien Covid-19 dan akhirnya wafat.

Wakil Ketua Bidang Strategis dan Kerjasama PCNU Sleman Muhammad Alfuniam, dalam keterangan kepada Times Indonesia – salah satu jaringan Suara.com – mengatakan bahwa video yang viral di Instagram dan TikTok itu adalah fitnah. Salah satu akun yang menyebarkan video itu adalah @betainfokom di Instagram.

“Jelas, video yang diunggal pemilik akun instagram @betainfokom merupakan kabar bohong dan fitnah,” kata Niam Sabtu kemarin (17/7/2021).

Menurut Niam, video hoaks itu merugikan keluarga almarhum Kiai Sami’an, Lembaga NU, dan warga nahdliyin. Sebab, video tersebut mengandung unsur fitnah dan memojokkan Kiai Sami’an. Padahal, Kiai Sami’an, Mlangi, Sleman meninggal pada Februari 2021 lalu dan meninggal bukan karena Covid-19.

“Jadi, kami luruskan bahwa Kiai Sami’an meninggal bukan karena Covid-19,” lanjut dia.

Niam meminta kepada para pembuat dan penyebar video tersebut segera menarik/mencabut dari laman akunnya. Ia juga meminta pemilik akun segera membuat video klarifikasi yang menyatakan bahwa video tersebut tidak benar dan meminta maaf kepada keluarga dan masyarakat.

“Atas beredarnya video hoaks tersebut, kami sebagai warga nahdliyin merasa dirugikan dan mempertimbangkan akan memproses ke jalur hukum,” terang pria asal Blora ini.

Belakangan diketahui bahwa dua orang dalam video menghirup napas pasien Covid-19 adalah Masudin, seorang terapis asal Jombang dan rekannya yang juga kebetulan bernama Sami’an dan sering dipanggil dengan gelar Kiai. Adapun Kiai Sami’an adalah seorang guru pesantren Jombang, Jawa Timur.

Masudin diketahui wafat pada 13 Juli lalu. Sementara Sami’an kini berada dalam kondisi sehat.



Selengkapnya suara.com

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close