Sidak ke Beberapa Hotel, Kemnaker Temukan Calon Pekerja Migran Tak Berdokumen Lengkap

Sidak ke Sebanyak Lodge, Kemnaker Temukan Calon Pekerja Migran Kagak Berdokumen Keseluruhan – reverasite

Posted on

Reverasite.com – Pengawas Ketenagakerjaan, Ditjen Binwasnaker dengan K3 dengan Tim Satgas Pelindungan PMI, Ditjen Binapenta dengan PKK, Kementerian Ketenagakerjaan melaksanakan pemeriksaan mendadak (sidak) ke sebanyak lodge yg jadi lokasi isolasi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI), pada Kota Batam, Propinsi Kepulauan Riau, Senin (16/8/2021).

Di dalam Sidak tim gabungan yg dipimpin oleh Koordinator Kebiasaan Pelatihan, Penempatan Tenaga Kerja, Jalinan Kerja, dengan Kebebasan Berserikat, FX Watratan itu, tim menemukan 46 CPMI yg ditampung pada Lodge Penuin Batam, Lodge Redlink, dengan De Merlion Lodge.

Pada Lodge Penuin didapati 45 CPMI mempunyai dokumen dengan 1 CPMI tak mempunyai dokumen keseluruhan. Ke-46 CPMI yg seluruhnya wanita tersebut diduga bakal diberangkatkan bertugas ke negara Singapura.

“Kala ini, tim sedang mendalami dokumen yg dimiliki 45 CPMI tersebut,” kata Direktur Binariksa Kemnaker, Yuli Adiratna melalui Siaran Pers Biro Humas Kemnaker pada Jakarta.

Yuli menjelaskan, ke-45 CPMI tersebut diduga diberangkatkan oleh sebanyak Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI). Tidak benar satunya diduga dilaksanakan oleh PT CKS yg berlokasi pada Malang, yg bakal memberangkatkan 13 CPMI ke Singapura.

See also  Keeping Pariwisata Diharapkan Bicu Sektor Pelayaran - reverasite

“Berdasarkan berita, dokumennya tersedia, melainkan kami bakal dalami apa sinkron regulasi atau juga tak,” katanya.

Sejak berkat pengembangan sidak pada Lodge Penuin, Batam, Kemnaker menduga modus operandi yg dilaksanakan ialah beserta teknik “mengoplos” (mencampur) CPMI prosedural (mempunyai dokumen) beserta nonprosedural (kagak berdokumen).

Yuli menegaskan, pihaknya pula bakal mendalami P3MI yg bertanggung jawab menempatkan 45 CPMI yg dikarantina pada sebanyak lodge pada kota Batam dengan 1 CPMI yg diduga ditempatkan metode non procedural.

Dia bakal lalu menjalin komunikasi beserta Pemda Kepri, Disnaker Kota Batam, dengan BP2MI Kota Batam bagi memutuskan apa 46 CPMI tersebut sempat tercatat di dalam Sistim Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negri (SISKOTKLN). Tim jua melaksanakan komunikasi beserta Satgas Covid-19 pada Kota Batam dengan Propinsi Kepri.

“Komunikasi ini bagi memutuskan maka lodge lokasi penampungan 46 CPMI tersebut direkomendasikan selaku tidak benar 1 lokasi isolasi atau juga karantina sinkron protokol kesehatan,” katanya, sembari memutuskan tim sudah berkoordinasi beserta Kepolisian, Disnaker Batam dengan BP2MI.

See also  Wah! Beli Aset Kripto Kini Dapat Lewat E-wallet - reverasite

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *