Sport

Olimpaide Tokyo: Tinggalkan Kumamoto, Tim Bulutangkis RI Masuk Perkampungan Atlet

Suara.com – Setelah 10 hari menjalani pemusatan latihan di Prefektur Kumamoto, tim bulutangkis Indonesia bertolak ke perkampungan atlet Olimpiade Tokyo hari ini, Senin (19/7/2021) pagi waktu setempat.

Tim bulutangkis Indonesia menurunkan tujuh wakil dari lima sektor untuk Olimpiade Tokyo dengan rincian, dua tunggal putra, dua ganda putra, dan masing-masing satu di tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran.

Dari sektor tunggal putra, Indonesia bertumpu pada Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting. Di tunggal putri, Gregoria Mariska Tunjung bakal jadi andalan Merah Putih.

Sementara dari sektor ganda putra, Indonesia diwakili Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.

Sedangkan dari sektor ganda putri ada Greysia Polii/Apriyani Rahayu, dan di ganda campuran akan diwakili Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

Mereka akan didampingi lima pelatih selama berada di Tokyo atau lebih tepatnya di perkampungan atlet.

Pembatasan kuota akreditasi karena pengaruh pandemi virus Covid-19 membuat tim bulutangkis Indonesia tidak mengirimkan tim pendukung selama Olimpiade digelar. Tim pendukung nantinya akan disokong NOC (National Olympic Committee) Indonesia.

“Jadi dari 25 orang yang ikut ke Kumamoto, hanya lima pelatih dan sebelas atlet yang bisa stay di Perkampungan Atlet,” kata Eddy Prayitno, Manajer Tim dalam rilis PBSI, Senin (19/7/2021).

“Sementara yang lain akan pulang ke Jakarta dalam dua kloter. Kloter pertama hari Senin (19/7) ini yang terdiri dari dokter, fisioterapis, masseur, dan atlet sparring atas nama Shesar (Hiren Rhustavito) dan Zachariah (Josiahno Sumanti).”

“Kloter kedua pulang tanggal 24 Juli yaitu Pak Iwan (Hermawan) dan atlet sparring Fajar (Alfian)/Rian (Ardianto). Untuk saya sendiri masih menunggu arahan dari NOC,” lanjut Eddy.



Selengkapnya suara.com

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close