MAKI ke Pimpinan KPK: Harus Patuh Terhadap Rekomendasi Komnas HAM Soal Polemik TWK

MAKI ke Pimpinan KPK: Wajib Patuh Kepada Referensi Komnas HAM Soal Perdebatan TWK – reverasite

Posted on

Reverasite.com – Penduduk Kebal Korupsi Indonesia (MAKI) mendesak pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) patuhi anjuran yg dikeluarkan Komisi Nasional Hak Asasi Jiwa (Komnas HAM).

Sebelumnya, Komnas HAM menemukan 11 model pelanggaran HAM di dalam mekanisme tes wawasan kebangsaan (TWK) di dalam transisi standing pegawai KPK jadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Menanggapi akibat Komnas HAM kepada TWK pegawai KPK, ane mengimbau terhadap pimpinan KPK buat patuh kepada anjuran Komnas HAM,” kata Boyamin terhadap Reverasite.com, Jumat (20/8/2021).

Boyamin beralasan, perdebatan TWK selayaknya disudahi dengan KPK wajib lekas mengangkat pegawainya, asalkan tak ingin disebut melanggar HAM.

Gara-gara, tentang ini berkaitan dan sumbangsih kepada berdiri kokohnya mekanisme penegakan pemberantasan korupsi pada Indonesia.

Di dalam praktiknya, Boyamin menyebut mereka pegawai KPK menguasai sumbangsih yg gede buat pemberantasan korupsi. Sedang, pimpinan KPK tatkala ini kurang sumbangsih -malah menyumbang kontroversi.

“Pimpinan KPK datang dengan pergi, justru pimpinan sekarang, itu ekuivalen sekali tak punya saham kepada mekanisme berdiri kokohnya KPK. Andaikata toh tersedia yg telah menjadi pegawai kpk sebelumnya, kian semakin tersedia kontroversi,” kata Boyamin.

See also  Megawati Curhat Sudah Dibully masa Berkunjung Bareng Puan Maharani ke Sumatera Barat - reverasite

Ia justru mencontohkan, nama Firli Bahuri sebagai Ketua KPK. Waktu sedang menjabat selaku Deputi Penindakan KPK, Mantan Kapolda Sumsel itu kian melangsungkan pelanggaran etik.

“Aku contohkan ya memang Pak Firli masa menjadi Deputinya. Nyatanya tersedia sinyalemen pelanggaran etik yg diproses oleh pengawas inner. Soal hasilnya kaya apakah, implikasi itu buru-buru ditarik ke Mabes Polri,” jelas Boyamin.

Nama-nama lain yg dicontohkan Boyamin, ialah Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron, Lili Pintauli Siregar, hingga Alexander Marwata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *