Health

Kenali Apa Saja Efek Samping Vaksin Covid-19 dan Cara Mengatasinya

Suara.com – Seperti obat-obatan yang lain, vaksin Covid-19 juga dapat menyebabkan efek samping, dan ini adalah hal yang normal terjadi. Namun, tidak semua orang akan merasakan efek samping vaksin Covid-19 yang sama.

Efek samping vaksin Covid-19 terjadi disebabkan tubuh sedang memberikan respons terhadap vaksin yang masuk.

Sebagian besar efek samping adalah ringan dan tidak berlangsung lebih dari seminggu. Umumnya akan hilang 1 sampai 3 hari setelah dilakukan vaksin. Bahkan beberapa orang mungkin tidak merasakan efek samping vaksin Covid-19 sama sekali.

Dilansir dari laman National Health Service (NHS) Inggris, berikut adalah beberapa efek samping vaksin Covid-19 berikut cara untuk meredakannya.

Efek Samping Umum

Efek samping vaksin Covid-19 yang umum cenderung ringan, tidak berlangsung lama dan bisa hilang dengan sendirinya. Contohnya seperti:

  • sakit di area lengan yang mendapat suntikan
  • merasa lelah
  • sakit kepala
  • tidak enak badan
Pelajar saat menjalani vaksinasi Covid-19 di SMA Negeri 38, Jakarta Selatan, Kamis (15/7/2021). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pelajar saat menjalani vaksinasi Covid-19 di SMA Negeri 38, Jakarta Selatan, Kamis (15/7/2021). [Suara.com/Alfian Winanto]

Anda mungkin juga mengalami demam tinggi atau merasa panas maupun menggigil 1 atau 2 hari setelah vaksinasi. Untuk meredakannya, Anda bisa mengonsumsi obat pereda nyeri seperti parasetamol atau ibuprofen yang bisa dibeli di apotek tanpa resep.

Tapi Anda tidak disarankan meminum obat-obatan ini sebelum vaksinasi untuk tujuan mencoba mencegah efek samping. Minum banyak air untuk putih juga bisa membantu meringankan demam.

Jika Anda mengalami demam tinggi yang berlangsung lebih dari 2 hari, atau batuk terus-menerus serta kehilangan atau perubahan indra penciuman/perasa, Anda mungkin terinfeksi Covid-19. Sebaiknya lakukan isolasi mandiri di rumah dan lakukan tes.

Sebagai informasi penting, Anda tidak dapat tertular Covid-19 dari vaksin. Sehingga sangat mungkin Anda telah tertular sebelum atau setelah vaksinasi.



Selengkapnya suara.com

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close