Health

Kebanyakan Nunduk Saat Main Ponsel, Waspada Saraf Kejepit di Leher!

Suara.com – Saraf kejepit tidak hanya bisa terjadi di bagian pinggang saja loh. Pakar mengatakan, saraf kejepit juga bisa muncul di leher.

Menurut pakar bedah sarah, dr Mustaqim Prasetya Sp.BS dari Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Saraf (Perspebsi), saraf kejepit di leher terjadi karena terlalu banyak menunduk saat bermain ponsel.

“Kejadian HNP mungkin kita alami. Saat ini salah satu yang berbahaya saat menggunakan ponsel dengan posisi tidak ergonomis (menunduk) lama,” kata dokter spesialis bedah saraf Mustaqim Prasetya dari Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Saraf (Perspebsi) dalam webinar “Solusi Terkini Saraf Terjepit Tanpa Operasi”, Kamis.

Saraf terjepit atau dalam bahasa medis dikenal sebagai Hernia Nukleus Pulposus (HNP) di area leher, masyarakat sebaiknya mengurangi penggunaan telepon seluler (ponsel) dengan posisi kelapa menunduk yang terlalu lama.

Ilustrasi saraf kejepit. (Shutterstock)
Ilustrasi saraf kejepit. (Shutterstock)

Pada kasus HNP servikal atau leher misalnya, mengurangi kebiasaan berada dalam postur tidak ergonomis seperti ketika menggunakan ponsel sambil menunduk, bisa menjadi salah satu cara mencegahnya.

HNP terjadi karena bantalan sendi pada ruas tulang belakang keluar dari lokasi seharusnya, lalu menekan struktur saraf yang berada di dekatnya sehingga menimbulkan masalah. Bagian tulang belakang yang sering mengalami gangguan ini yakni lumbal atau pinggang dan leher.

Penyebab kondisi ini terutama pada kaum muda ialah terlalu lama berada dalam posisi tidak ergonomis, mengangkat benda berat dengan cara salah dan faktor berat badan berlebihan. Sementara pada orang lanjut usia, akibat berkurangnya elastisitas atau kelenturan bantalan yang terjadi seiring bertambahnya umur. Akibatnya, efek peredam bantalan menjadi berkurang dan rentan terhadap trauma.

Gejala yang muncul utamanya rasa nyeri. Bila nyeri terjadi di bagian lumbal atau pinggang, maka nyeri terasa di satu sisi kemudian menjalar ke bokong, tungkai sesuai daerah saraf yang diatur oleh lokasi saraf bersangkutan di tulang belakang.

“Nyerinya seperti terasa terbakar, kesemutan, diperberat dengan aktivitas tertentu (berdiri, berjalan, duduk). Nyeri pada kaki disertai pinggang disebut low back pain,” kata Mustaqim.

Pada daerah leher, nyeri yang muncul berbeda yakni dari leher atau di antara tulang belikat dan biasanya menjalar ke bahu, lengan, hingga jari-jari tangan pada satu sisi. Terkadang ada rasa kesemutan dan nyeri bisa bertambah berat dengan perubahan posisi.



Selengkapnya suara.com

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close